Minggu, 08 November 2015

FREEPORT Milik siapa? INDONESIA ATAU AMERIKA SERIKAT



Di kesempatan ini Saya akan membahas tentang Perusahaan FREEPORT
Hasil gambar untuk lambang freeport
PT.FREEPORT adalah Perusahaan milik AS dan beroperasi  di Indonesia
hanya "2%" Saham perusahaan ini dimiliki oleh Pemerintah Pusat
Diperkirakan Jika kita memiliki Perusahaan ini 1 orang yg tidak bekerja  DAPAT MENDAPATKAN 2 JUTA per Orang sungguh FANTASTIK BUKAN?
Baikklah kita akan membahas  tentang Awal  Mula PT.FREEPORT
Hasil gambar untuk lambang freeportHasil gambar untuk lambang freeport
 Amerika Serikat Menembus Irian Jaya
Mengingat kembali dizaman perjuangan, begitu hebatnya semangat para pejuang Indonesia merebut Irian Barat dari tangan Belanda. Strategi tepat dan pasukan yang kuat (KRI) ditugaskan untuk merebut bagian dari tanah air Indonesia hingga langkah diplomasi yang menghasilkan keputusan bahwa Irian Barat milik kita. Namun, tahukah anda siapa pendukung dan penengah Indonesia saat diplomasi tersebut? Dialah Amerika Serikat dan menjadi negara adidaya di dunia sebagai latar belakang munculnya mereka sebagai penengah masalah persengketaan Irian Barat. Kita memang buta akan strategi luar negeri negara lain, namun langkah mereka membantu membebaskan Irian Barat dari tangan Belanda dan bagi Amerika, ini adalah peluang memperluas jangkauan kekuasaan, terutama sumber daya alam. Serba salah jika kita melihat keadaan Indonesia saat itu, jika kita membiarkan Irian Barat menjadi milik Belanda, kita akan terus bungkuk kepada mereka karena memiliki wilayah awal untuk melakukan kolonialisasi perluasan wilayah. Jika Irian Barat milik kita, Amerika Serikat dengan leluasa berdiplomatik, terutama sumber daya alam di Irian, sebagai balas budi. Saat langkah perjuangan diplomatik Indonesia, perwakilan Amerika Serikat melakukan Ekspedisi Colijn (termasuk Jean-Jacques Dozy) mendaki gunung gletser Jayawijaya dan menemukan Ertsberg (daerah tambang PT Freeport) [1].
Wujud strategi Amerika Serikat adalah PT. Freeport Indonesia (tambang emas dan tembaga) dalam perluasan penyediaan sumber daya alam dan pendapatan bagi negara mereka. Indonesia saat itu masih dalam masa peralihan dan pembangunan sehingga belum memiliki kuantitas fasilitas dan sumber daya manusia yang cukup untuk mengeksplorasi, eksploitasi, hingga pengolahan. Dalam keadaan tersebut, Amerika Serikat berpeluang untuk mengeruk kekayaan sumber daya alam di Irian dengan diplomasi (bad diplomatic) agar pemerintah Indonesia bersedia mengeluarkan izin penambangan mereka. Tahun 1966 pihak Freeport menandatangankan kontrak izin tambang di Ertsberg dengan pemerintah Indonesia (rezim Suharto) [2]. Jika dianalisa, langkah ini bertujuan agar eksplorasi dan eksplorasi sumber daya alam Indonesia meningkat dan berkembang serta meningkatkan taraf hidup rakyat Irian Jaya.
Tujuan Izin Tambang Dari Segi Masing-Masing Negara
Orang Amerika Serikat sangat mudah berdiplomasi dengan pemerintah Indonesia, andalannya adalah “balas budi” atas pengambil keputusan yang menguntungkan kita dalam diplomasi sengketa Irian Barat. Terbentuknya perusahaan dan perizinan yang sah ini juga hasil dari diplomasi mereka. Namun, Indonesia bukan tidak memiliki tujuan melainkan strategi jangka panjang.
IndonesiaBerawal dari rezim Soekarno (pro-Rusia), PT. Freeport ini susah mendapat izin tambang. Namun, rezim Soeharto (1966) membuka peluang izin tambang dan investasi. Kebijakan di rezim Soeharto lebih mencondong ke Program Pembangunan Negara, seperti Pelita (Pembangunan Lima Tahun) dan pemindahan lokasi kampus perguruan tinggi ke daerah terpencil. Pelita merupakan kebijakan strategis diberbagai bidang, sedangkan pembangunan daerah terpencil (distribusi secara merata) lebih banyak dengan cara membangun proyek seperti pemindahan kampus [3] dan pembangunan Tambang. Disini letak tujuan utama dan strategi yang belum dicerna pemerintah hingga sekarang. Fokus pembangunan di Irian Jaya melalui penambangan diharapkan menciptakan pembangunan dan kesejahteraan rakyat, namun ini tinggal didasari oleh kebijakan pemerintah Indonesia (baik lokal maupun pusat) agar lebih mewajibkan tanggung jawab sosial perusahaan disana.
Amerika. Sebagai negara adidaya di dunia, Amerika Serikat terus memasang strategi perluasan kekuasaan bersama sekutu, baik teknologi, ekonomi, politik, sosial, dan sebagainya. Dengan mengandalkan teknologi dan sumber daya manusia, Amerika Serikat terus membangun pasukan dan strategi dengan fokus pemetaan sosial dan alam di berbagai negara di dunia. Indonesia merupakan negara tropis yang memiliki banyak kandungan sumber daya alam melimpah. Oleh sebab itu, tambang di Irian Jaya menjadi salah satu strateginya dibidang alam dan menghasilkan keuntungan besar bagi Amerika Serikat. Sebelumnya, Amerika telah memetakan sumber daya alam terbesar di Indonesia (Ekspedisi Colijn), menyusun strategi, hingga berdiplomat dengan pemerintah dan pengerukan sumber daya alam terus berlangsung. PT. Freeport sebagai wujud strateginya telah menjadi salah satu produsen emas terbesar di dunia.Hasil gambar untuk freeport milik  indonesia?
Bagaimana Tindakan Pemerintah Sekarang (Rezim SBY)
Bingung, sedih, galau, pusing, dan mual-mual adalah gejala awal ketika masalah PT. Freeport menjulang headline news di media. Kepemilikan saham yang tidak menguntung bagi Indonesia menjadi penyebab utama dari gonjang-ganjingnya. Berdasarkan sumber, kepemilikan saham PT. Freeport Indonesia adalah 90,64% PT. Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc dan 9,36 milik pemerintah Indonesia. Pemilik saham terbesar,PT Freeport Mcmoran Richard Adkerson di Honolulu, Hawaii, memiliki wewenang terbesar dalam mengambil manajemen perusahaan, termasuk pemasaran, sehingga menyebab kerugian bagi Indonesia. 
Di era reformasi ini bukan lagi masa peralihan Indonesia, namun masa pengembangan dan memajukan negara menuju kemakmuran bangsa dan negara. Di era rezim Soeharto memang mengharuskan Indonesia mengambil langkah tender sebagai langkah awal pembangunan Indonesia, namun era sekarang adalah era kebangkitan untuk melepaskan ketergantungan dari negara lain, termasuk mengambil alih perusahaan dengan cara kepemilikan saham hingga lebih 50%. Langkah ini memerlukan pemuda Indonesia yang berjiwa entrepreneur dalam proses pengambil alihan saham perusahaan tersebut dan mengandalkan perusahaan BUMN seperti PT. Bukit Asam, Pertamina, dan sebagainya dalam pemenangan sistem tender.
Akibat rentetan strategi Amerika Serikat, terbentuk organisasi separatisme (OPM) sebagai dampak ketidaksejahteraan rakyat Irian Jaya. Keadaan ini menjadi celah dan bahan strategi Amerika dan sekutunya untuk mengeruk secara bebas sumber daya alam di Irian Jaya. Australia adalah salah satunya pendukung OPM dalam memisahkan diri dengan Indonesia.
Hasil gambar untuk freeport milik  indonesia?
RENCANA JOKOWI MENGAMBILALIH  PT.FREEPORT

Jakarta, CNN Indonesia -- Rencana Pemerintahan Joko Widodo mengambil sedikit demi sedikit saham PT Freeport Indonesia mulai Oktober 2015 diperkirakan tidak akan mudah. Sebagai salah satu perusahaan milik Amerika Serikat yang mengelola tambang terbesar di dunia, dipastikan pemerintah Negeri Paman Sam tidak akan tinggal diam.

"Berbicara Freeport pasti berbicara kepentingan Amerika Serikat, dan tantangannya bagi Presiden Jokowi adalah bagaimana memperkuat dan mempertegas pengambilalihan tersebut. Intervensi ke Istana Negara pasti akan ada," ujar Ahmad Redi, pengamat hukum sumber daya alam Universitas Tarumanegara, usai menjadi pembicara diskusi di Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (26/5).Hasil gambar untuk freeport milik  indonesia?

Namun jika pemerintah bisa menegaskan niat dan sikapnya untuk menguasai seluruh saham Freeport secara bertahap, sampai kontrak karya habis pada 2021, Redi mengusulkan pengelolaan tambang Grasberg di Papua tersebut bisa diserahkan kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pertambangan.

"Pemerintah bisa menugaskan BUMN tertentu atau membentuk konsorsium BUMN baru yang terdiri dari Antam, PT Bukit Asam, PT Nikel dan BUMN tambang lainnya," kata Redi.

Terkait permodalan yang dibutuhkan untuk mengelola tambang raksasa tersebut, Redi menilai konsorsium BUMN itu nantinya bisa mendapat penyertaan modal negara atau mencari pendanaan tersendiri dari pinjaman perbankan.

"Sebagai contoh Asahan, setelah pemerintah membeli sahamnya dari Jepang lalu dibentuk BUMN PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) untuk mengelola dan itu terbukti bisa. Apalagi Freeport yang setelah kontraknya habis pada 2021 pasti harus mengembalikan asetnya ke negara. Tergantung kemauan politik dari pemerintah," katanya.

Opsi Cicil Saham

Kalaupun pemerintah ingin menambah porsi sahamnya di Freeport mulai Oktober 2015, Redi berpendapat hal itu bisa juga dilakukan. Tentunya dengan mendesak Freeport agar mengubah rezim kontrak karya menjadi izin usaha pertambangan khusus (IUPK).

"Kalau Freeport masih mau memperpanjang kontraknya di Indonesia, tentu harus ikut ketentuan IUPK seperti wajib membangun smelter, harus mendivestasikan sahamnya ke pemerintah sesuai jadwal yang ditentukan Undang-Undang, mengutamakan pasokan dalam negeri atau DMO," kata Redi.

Sebelumnya Menteri Sekretaris Negara Praktikno memastikan pemerintah akan secara bertahap memperbesar porsi sahamnya di Freeport yang saat ini memiliki kontrak karya (KK) pertambangan emas dan tembaga di kawasan Papua.

Upaya pengambilalihan saham Freeport sejalan dengan implementasi Peraturan Pemerintah Nomor (PP) 77 tahun 2014 tentang Perubahan Ketiga atas PP Nomor 23 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara yang menyatakan pembelian saham FPI bisa dimulai pada Oktober 2015.

"Ini karena kontraknya (Freeport) baru habis tahun 2021. Maka Kementerian ESDM akan menjaga agar secara bertahap kepemilikan Indonesia semakin besar. Di samping itu, manfaat fiskal dan ekonomi Indonesia dari Freeport juga akan semakin besar," tuturnya.

Praktikno menambahkan, pemerintah juga berencana mengubah format kontrak dari KK menjadi Izin Usaha Pertambangan (IUP). Ini dilakukan agar negara memiliki posisi yang kuat tatkala melakukan negosiasi.

"Terobosan yang tengah dilakukan adalah melalui UU Minerba. Di mana pola hubungan antara negara dengan Freeport, yang semula setara dalam format kontrak karya, akan diubah menjadi Ijin Usaha Pertambangan yang menempatkan posisi negara kita lebih kuat," ujarnya. (gen/ded)
Ikuti diskusi dan kirim pendapat anda melalui form di bawah ini atau klik di sini
Hasil gambar untuk freeport milik  indonesia?  Penutup
Sekedar mengingatkan, Indonesia adalah milik bangsa Indonesia, bukan negara lain. Untuk saat ini, Indonesia masih separuh milik orang lain karena terkolonialisme negara lain, terutama Amerika Serikat. Begitu juga dengan Irian Jaya, jangan biarkan mereka menderita, perjuangkanlah dengan segala kemampuan kita. Ormas OPM (organisasi separatisme) harus dihapuskan dengan langkah strategis pemerintah dan partisipasi kita. Irian Jaya adalah milik Indonesia !

Keindahan Indonesia

  1.  Goa Gong, Jawa Timur ( Indonesia )
    Goa Gong diklaim sebagai goa terindah di Asia Tenggara. Di dalam gua ini Anda dapat menyaksikan berbagai macam tonjolan batuan (stalaktit/stalakmit) yang sangat menarik dan proses terjadinya secara alami.
  2.  Taman Nasional Bantimurung, Sulawesi Selatan (Indonesia)
    Taman Nasional Bantimurung mempunyai pemandangan alam yang paling indah. Karena di taman nasional ini, terdapat sumber air yang tidak pernah kering. Sehingga berbagai jenis tanaman dapat bertahan di saat musim kemarau yang panjang.
  3. Pulau Derawan, Kalimantan Timur (Indonesia )
    Di perairan sekitarnya terdapat taman laut dan terkenal sebagai wisata selam (diving) dengan kedalaman sekitar lima meter. Pada batu karang di kedalaman sepuluh meter, terdapat karang yang dikenal sebagai “Blue Trigger Wall”
  4.  Pantai Dreamland, Bali ( Indonesia )
    Dreamland atau lebih dikenal sebagai Pantai Dreamland merupakan salah satu pantai terindah di Bali selain Pantai Kuta. Pantai yang terletak tidak jauh dari daerah Uluwatu di Pulau Dewata ini sudah sangat terkenal karena keindahannya. Keindahan dan kebersihan pantai menambah daya tarik pengunjung, bukan hanya dari dalam negeri tapi juga turis manca negara.
  5.  Taman Laut Bunaken, Sulawesi Utara ( Indonesia )
    Taman laut Bunaken memiliki 20 titik penyelaman (dive spot) dengan kedalaman bervariasi hingga 1.344 meter. Dari 20 titik selam itu, 12 titik selam di antaranya berada di sekitar Pulau Bunaken. Dua belas titik penyelaman inilah yang paling kerap dikunjungi penyelam dan pecinta keindahan pemandangan bawah laut.

    Pernah Sebanyak 2.827 orang memecahkan rekor selam dunia dalam suatu upacara peringatan Proklamasi Kemerdekaan RI Ke-64 tahun, bawah air di Pantai Malalayang, Manado,sebagai bagian atraksi “Sail Bunaken” 2009.
  6. Danau Toba, Sumatra Utara ( Indonesia )
    Danau Toba adalah sebuah danau vulkanik dengan ukuran panjang 100 kilometer dan lebar 30 kilometer (danau volkanik terbesar di dunia). Di tengah danau ini terdapat sebuah pulau vulkanik bernama Pulau Samosir. Danau Toba sejak lama menjadi daerah tujuan wisata penting di Sumatera Utara selain Bukit Lawang dan Nias, menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.
  7. Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat ( Indonesia )
    Rinjani memiliki panaroma yang bisa dibilang paling bagus di antara gunung-gunung di Indonesia. Setiap tahunnya (Juni-Agustus) banyak dikunjungi pencinta alam mulai dari penduduk lokal, mahasiswa, pecinta alam. Suhu udara rata-rata sekitar 20°C; terendah 12°C. Angin kencang di puncak biasa terjadi di bulan Agustus. Beruntung akhir Juli ini, angin masih cukup lemah dan cuaca cukup cerah, sehingga pendakian ke puncak bisa dilakukan kapan saja.
  8. Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur ( Indonesia )
    Taman Nasional Komodo (TN. Komodo) merupakan kawasan yang terdiri dari beberapa pulau dengan perairan lautnya. Pulau-pulau tersebut merupakan habitat satwa komodo (Varanus komodoensis) yaitu reptil purba yang tersisa di bumi. Kondisi alamnya unik, terdapat padang savana yang luas dengan pohon lontarnya (Borassus flabellifer).
  9. Kawah Ijen, Jawa Timur ( Indonesia )
    Kawah Ijen merupakan salah satu gunung berapi atraksi wisata di Indonesia. Kawah Ijen merupakan objek wisata terkenal, yang telah dikenal oleh para wisatawan domestik dan asing karena keindahan alam dan bahari.
  10. Kelimutu, Nusa Tenggara Timur ( Indonesia )
    Gunung Kelimutu adalah gunung berapi yang terletak di Pulau Flores, Provinsi NTT, Indonesia. Lokasi gunung ini tepatnya di Desa pemo Kecamatan kelimutu, Kabupaten Ende. Gunung ini memiliki tiga buah danau kawah di puncaknya. Danau ini dikenal dengan nama Danau Tiga Warna karena memiliki tiga warna yang berbeda, yaitu merah, biru, dan putih. Walaupun begitu, warna-warna tersebut selalu berubah-ubah seiring dengan perjalanan waktu.